Ramai-Ramai Tolak Tarif Tol Baru Di Washington D.C

Ramai-Ramai Tolak Tarif Tol Baru Di Washington D.C – Berdasarkan survey Washington Post-Schar School baru-baru ini, mayoritas warga daerah Washington, secara luas menentang membayar tol untuk berkendara ke pusat kota D.C. Sebagian besar penduduk daerah Washington menentang penetapan “harga kemacetan” yang membebankan biaya kepada pengendara untuk memasuki Distrik selama padat trafik untuk mengurangi kemacetan. Survei mengungkap 63 persen warga menentang gagasan itu, hampir dua kali lipat, dari 34 persen yang mendukungnya.

New York sejak 2019 menjadi kota A.S. pertama yang menyetujui tol ke semua jalur pusat kota yang padat. Beberapa kota lain, termasuk D.C kini mempertimbangkannya. Tetapi survey malah menyebut mayoritas menentang gagasan itu, yang menentangnya adalah kelompok demografis utama yang disurvei. 75 persen di Prince George’s County menolak, 69 persen Manassas Va menolak, juga di Loudoun, dan Prince William.

Warga malah meminta kemacetan kronis diurai dengan jalan kurangi kecepatan per jam atau kurang selama beberapa jam setiap hari tapi emoh membayar tol. Yang lain bilang mereka khawatir pajak ini jadi pajak liar tanpa jaminan perbaikan jalan atau angkutan umum yang lebih baik. Mereka juga mempertanyakan bagaimana uang tol akan dikumpulkan dan dibelanjakan, dan bagaimana kebijakan seperti ini bisa mempengaruhi penduduk berpenghasilan rendah.

Walau begitu berdasarkan survey yang sama penduduk utama yang ada di D.C dan beberapa bagian pinggiran kota Maryland dan Virginia lebih mendukung konsep ini daripada wilayah secara keseluruhan. Pola yang bersaing misal di antara penduduk di kabupaten, Montgomery dan Arlington, bersama dengan kota Falls Church dan Alexandria yang kurang lebh 40 persenan. Di Fairfax County, 37 persen mendukung tol, sejalan dengan 34 persen untuk wilayah secara keseluruhan.

Stephen S. Fuller, ekonom dan profesor di Sekolah Kebijakan dan Pemerintahan Universitas George Mason, mengatakan rendahnya dukungan untuk pajak kemacetan tidak buat dia heran; pengendara umumnya menolak dipalaki lebih jauh oleh pemerintah manapun, dalam situasi apapun. Garis bawahi kata lebih jauh ini, adalah sudah terlalu banyak beban pajak. “Pengendara yang bepergian dari jarak jauh sudah melihat ini sebagai perjalanan yang berat. Mereka membayar $ 20 atau lebih untuk parkir, mereka membayar tol untuk masuk di pagi hari, harga bensin $ 3 per galon,” kata Fuller. “Terserah saja solusinya apa, tidak masalah apapun itu. Tapi kalau keluar uang, mereka jelas menolaknya. “

Insinyur Stephen Geraci, 36, yang bolak-balik dua kali seminggu dari rumahnya di Loudoun ke pusat kota Washington, mengatakan biaya perjalanannya setelah menggunakan Dulles Toll Road dan 66 Express Lanes dapat menambah hingga $ 30, tergantung pada seberapa tinggi biaya tol di jalur ekspres berjalan pada hari tertentu. Tol untuk 10 mil jalur ekspres antara Capital Beltway dan garis District telah mencapai tarif setinggi $ 47,50.

“Jika saya harus membayar lebih, bahkan jika itu beberapa dolar, itu akan sangat terasa,” kata Geraci. Harga kemacetan hanya akan mendorong para pekerja [seperti saya] untuk mencari pekerjaan di luar D.C. Geraci juga bertanya tentang transparansi, bagaimana sistem seperti itu akan bekerja. Apakah pintu tol akan didirikan di setiap jembatan dan jalan-jalan menuju pusat kota? Apakah ini akan menciptakan kemacetan di tempat lain? Karena pengendara mencoba untuk tetap berada di luar batas tol?

“Saya ingin tahu untuk apa pendapatan itu digunakan,” kata Geraci.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Share via
Copy link
Powered by Social Snap