Pakar dan Pemerintah Sepakat Jalan Utama Di Washington Harus Jadi Tol

Pakar dan Pemerintah Sepakat Jalan Utama Di Washington Harus Jadi Tol – Pengendara mobil di Washington harus terbiasa dengan gagasan semua jalan utama di DC jadi tol, dan mereka harus bayar. Kenapa demikian? Menurut sejumlah pejabat dan pengamat kebijakan. Semua demi kemampuan pihak kota untuk terus membiayai proyek-proyek yang tidak lagi bergantung dengan pajak BBM, karena pajak itu tidak bisa bertahan dalam perekonomian saat ini. Setidaknya itu yang dikatakan bendaharawan negara bagian James McIntire.

Masalah dengan pajak BBM ini karena konsumsi BBM tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Misalnya Mercedes-Benz dengan model barunya berharap bahwa pengendara mobil jalan sudah bersih dari pemakai BBM dan bisa beralih sepenuhnya dari kendaraan yang boros BBM, pada kendaraan hybrid yang lebih hemat. Bahkan perusahaan mobil listrik Tesla berekpansi lebih jauh mengedarkan mobil listrik bagai mengedarkan kokain ke permukiman pemadat. Yang artinya, banyak yang sudah muak kendaraan boros BBM dengan asap polusinya masih terus bisa berjalan di kota besar.

McIntire lalu membayangkan bahwa tol adalah solusi terhadap pajak, dan jadi bagian dari “hampir setiap proyek transportasi utama,” di mana tol berlaku untuk seluruh koridor transportasi dibanding hanya jalan atau jembatan yang membutuhkan jalur khusus. Matt Rosenberg, seorang rekan senior di Cascadia Center dari Discovery Institute, baru-baru ini menyerukan untuk mengelola kemacetan jam puncak di area pusat Puget Sound agar pemerintah berani membangun, dan segera, terapkan sistem regional tanpa batas, dengan harga tol bervariasi, tol otomatis, dan akhirnya koridor tol di rute negara bagian utama.

Di luar gagasan McIntire tentang cara pembayaran untuk jalan raya, Rosenberg berargumen untuk menjadikan tol sebagai cara untuk mengelola permintaan jalan, sehingga pertumbuhan tidak membebani kapasitas jalan itu sendiri. Roseberg menunjuk pada laporan Departemen Transportasi negara bagian tahun 2006 yang mengatakan Washington berada di jalur padat, di mana lalu lintas membuat perlambatan yang meningkat tiga hingga lima kali lipat pada tahun 2025.

Laporan itu mengatakan perluasan jalan raya utama tidak akan bisa mengimbangi pertumbuhan penduduk dan pekerjaan, ekspansi transit saja tidak akan cukup, dan kombinasi lebih banyak jalan transit dan jalan raya umum akan sangat mahal. Sementara tol di seluruh wilayah akan secara efektif mengurangi kemacetan, dengan cara mendorong orang untuk naik kendaraan umum di luar jam kerja atau menggunakan alternatif transportasi lain.

Dalam beberapa kasus, tol berarti membiarkan orang yang mengemudi sendiri menggunakan jalur kendaraan dengan tingkat hunian tinggi, dengan harga yang bervariasi berdasarkan tingkat kemacetan. WSDOT [otoritas tol] saat ini sedang mencoba proyek percontohan tol di Route State 167.

Michael Ennis, direktur Pusat Transportasi di Pusat Kebijakan Washington, mengatakan tol yang dimaksudkan [semua jadi tol] untuk mengelola permintaan di jalan raya bisa dilakukan, tetapi hanya jika ada alternatif yang juga bisa gratis. Jadi dia mendukung perluasan penggunaan opsi tol untuk jalur kendaraan dengan tingkat hunian tinggi yang memiliki kapasitas berlebih pada jam-jam sibuk. Sementara pada jalur lainnya mesti digratiskan.

Dari pihak pemerintah Chris Gregoire mengambil langkah tentang menuju sistem yang berbeda, awal tahun ini, dia menyetujui kebijakan tol untuk mengganti jembatan Route 520 negara bagian di seberang Danau Washington. Untuk kemungkinan lainnya, Chris masih bungkam. Adapun, dalam sebuah makalah tahun lalu, Ennis yang mempunyai hobi bermain permainan casino online mengatakan tol dari jalan atau jembatan yang sudah ada “harus digratiskan, karena pembayar pajak sudah membayarnya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Share via
Copy link
Powered by Social Snap